Universitas Tarumanagara bekerjasama dengan Penerbit Buku Kompas dan Asosiasi Peranakan Tionghoa Indonesia (Aspertina) mengadakan acara peluncuran dan bedah buku “Peranakan Tionghoa Di Nusantara – Catatan Perjalanan Dari Barat Ke Timur”, pada kamis, 31 Mei 2012 yang lalu.Acara yang diadakan selama dua jam dan bertempat di Auditorium Lantai 3, Gedung Utama Kampus I, ini berlangsung cukup meriah. Antusiasme hadirin pun terasa jelas sekali saat itu. Tidak heran karena sebagian besar yang hadir saat itu merupakan tokoh-tokoh dan pemerhati Budaya Peranakan Tionghoa di Indonesia.
Mereka adalah orang-orang yang masih peduli akan budaya yang telah berakar sejak berabad-abad yang lalu.
Ketua Lembaga Penelitian dan Publikasi Ilmiah Jap Tji Beng, Ph.D., dalam sambutannya mewakili Rektor Untar, menyatakan dukungannya terhadap acara-acara yang mengangkat budaya Peranakan Tionghoa seperti ini.“Dari buku ini dapat terlihat bagaimana terjadinya proses lintas budaya (cross culture), pencampuran, serta pembentukan budaya di berbagai daerah di Indonesia,” tutur beliau.
Berangkat dari pemikiran itu, Penerbit Buku Kompas meluncurkan sebuah buku yang mengulas tentang kehidupan masyarakat Peranakan Tionghoa di Tanah Air. Buku ini berisi tentang kumpulan-kumpulan tulisan jurnalistik penulisnya sendiri, yang juga seorang wartawan senior di Harian Kompas.Yang menjadi pembicara dalam acara peluncuran dan bedah buku kali ini adalah Dr. Asvi Warman Adam dan Prof. Dr. Ir. Dali S. Naga, dengan moderator Inayah Wahid, puteri almarhum KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Presiden keempat RI dan pendobrak bangkitnya etnis Tionghoa di Indonesia setelah sekian tahun hidup terpasung di negerinya sendiri. Di samping itu, acara dihadiri juga oleh para akademisi dan sejumlah insan media cetak maupun elektronik. (Mia)
Sumber:
No comments:
Post a Comment